Lewati ke konten utama

Memahami Strategy Presets

Kelor menyediakan 50+ strategi trading pra-bangun yang dapat Anda gunakan segera. Setiap strategi telah dirancang dengan hati-hati dengan prinsip trading yang sehat dan dilengkapi dengan parameter yang dapat disesuaikan untuk cocok dengan gaya trading Anda.

Apa itu Strategy Presets?

Strategy presets adalah algoritma trading siap pakai yang secara otomatis mengeksekusi order beli dan jual berdasarkan analisis teknikal. Alih-alih membangun strategi dari awal, Anda dapat:

  1. Pilih preset yang cocok dengan tujuan trading Anda
  2. Sesuaikan parameter untuk mengoptimalkan performa
  3. Backtest terhadap data historis
  4. Terapkan dengan paper atau uang sungguhan

Anggap preset sebagai "resep trading" — formula yang terbukti berhasil, yang dapat Anda sesuaikan selera.

Kategori Strategi

Kelor mengorganisir strategi menjadi lima kategori utama berdasarkan cara mereka mendekati pasar:

1. Strategi Mean Reversion

Filosofi: "Apa yang naik pasti turun (dan sebaliknya)"

Strategi ini mendapat keuntungan saat harga kembali ke rata-rata setelah pergerakan ekstrem.

  • Kapan paling baik bekerja: Pasar ranging, samping
  • Prinsip kunci: Beli oversold, jual overbought
  • Risiko: Dapat kesulitan di pasar trending kuat
  • Contoh: Bollinger Bands, RSI, Stochastic Oscillator

Terbaik untuk: Trader yang percaya pasar overreact dan akhirnya memperbaiki.


2. Strategi Trend Following

Filosofi: "Tren adalah teman Anda"

Strategi ini mengidentifikasi dan mengendarai tren yang ada hingga menunjukkan tanda-tanda berakhir.

  • Kapan paling baik bekerja: Pasar trending kuat (bull atau bear)
  • Prinsip kunci: Beli saat uptrend dikonfirmasi, jual saat downtrend dikonfirmasi
  • Risiko: Dapat kehilangan uang selama pasar choppy tanpa arah
  • Contoh: EMA Crossover, MACD, Supertrend

Terbaik untuk: Trader yang ingin menangkap gerakan besar dan baik dengan beberapa awal yang salah.


3. Strategi Breakout

Filosofi: "Gerakan besar mengikuti konsolidasi"

Strategi ini memasuki trading saat harga menembus level support atau resistance kunci.

  • Kapan paling baik bekerja: Setelah periode volatilitas rendah (konsolidasi)
  • Prinsip kunci: Masuk pada breakout, kendarai momentum
  • Risiko: Breakout palsu dapat memicu kerugian
  • Contoh: High/Low Breakout, Donchian Breakout, Triangle Breakout

Terbaik untuk: Trader yang ingin menangkap awal gerakan kuat.


4. Strategi Berbasis Volatilitas

Filosofi: "Trading berdasarkan tingkat energi pasar"

Strategi ini menyesuaikan perilakunya berdasarkan seberapa banyak harga bergerak (volatilitas).

  • Kapan paling baik bekerja: Semua kondisi pasar (mereka beradaptasi)
  • Prinsip kunci: Trading lebih agresif di volatilitas tinggi, konservatif di volatilitas rendah
  • Risiko: Memerlukan manajemen risiko lebih canggih
  • Contoh: ATR Bands, Bollinger Band Squeeze, Keltner Channels

Terbaik untuk: Trader yang ingin strategi yang beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah.


5. Strategi Berbasis Volume

Filosofi: "Volume mengkonfirmasi pergerakan harga"

Strategi ini menggunakan volume trading untuk mengkonfirmasi kekuatan pergerakan harga.

  • Kapan paling baik bekerja: Saat pola volume jelas dan konsisten
  • Prinsip kunci: Volume tinggi mengkonfirmasi tren, volume rendah memperingatkan kelemahan
  • Risiko: Tidak semua pasar memiliki data volume yang andal
  • Contoh: Volume Breakout, OBV Divergence, Accumulation/Distribution

Terbaik untuk: Trader yang percaya volume mengatakan kebenaran tentang keyakinan pasar.


Cara Memilih Strategi yang Tepat

Langkah 1: Identifikasi Gaya Trading Anda

Day Trader (tahan menit hingga jam)

  • Direkomendasikan: Strategi Breakout, mean reversion periode pendek
  • Hindari: Trend following jangka panjang
  • Preset terbaik: High/Low Breakout, RSI (dengan periode lebih pendek)

Swing Trader (tahan hari hingga minggu)

  • Direkomendasikan: Trend following, mean reversion jangka menengah
  • Bekerja baik dengan: Sebagian besar jenis strategi
  • Preset terbaik: EMA Crossover, Bollinger Bands, MACD

Position Trader (tahan minggu hingga bulan)

  • Direkomendasikan: Trend following jangka panjang
  • Hindari: Mean reversion jangka pendek
  • Preset terbaik: SMA Crossover, ADX Trend Filter, Turtle Trading

Langkah 2: Nilai Kondisi Pasar Saat Ini

Pasar Trending (arah jelas)

  • Gunakan: Strategi Trend Following atau Breakout
  • Hindari: Strategi Mean Reversion
  • Periksa: Indikator ADX (di atas 25 = trending)

Pasar Ranging (pergerakan samping)

  • Gunakan: Strategi Mean Reversion
  • Hindari: Strategi Trend Following
  • Periksa: Indikator ADX (di bawah 20 = ranging)

Volatilitas Tinggi (ayunan harga besar)

  • Gunakan: Strategi Berbasis Volatilitas
  • Sesuaikan: Stop lebih lebar, ukuran posisi lebih kecil
  • Periksa: ATR atau lebar Bollinger Band

Volatilitas Rendah (pasar tenang)

  • Gunakan: Strategi Breakout (mengantisipasi gerakan besar berikutnya)
  • Hindari: Strategi yang memerlukan tren jelas
  • Periksa: Sinyal Bollinger Band squeeze

Langkah 3: Pertimbangkan Toleransi Risiko Anda

Konservatif (pelestarian modal)

  • Cari: Strategi dengan win rate tinggi (60%+)
  • Terima: Keuntungan lebih kecil per trading
  • Terbaik: Mean reversion dengan stop ketat
  • Contoh: RSI, Stochastic, Bollinger Bands

Moderat (pendekatan seimbang)

  • Cari: Strategi dengan rasio risiko/imbalan baik (1:2 atau lebih baik)
  • Terima: Drawdown sedang (10-20%)
  • Terbaik: Trend following dengan filter
  • Contoh: EMA Crossover, MACD, ADX Trend Filter

Agresif (maksimalkan pengembalian)

  • Cari: Strategi dengan potensi keuntungan tinggi
  • Terima: Drawdown lebih besar (20-30%+)
  • Terbaik: Strategi Breakout dan momentum
  • Contoh: Donchian Breakout, Turtle Trading, Supertrend

Memahami Parameter Strategi

Setiap strategi preset dilengkapi dengan parameter yang dapat dikonfigurasi. Inilah yang biasanya mereka kontrol:

Parameter Umum

Periode (misalnya, 14, 20, 50)

  • Yang dikontrol: Berapa banyak data historis yang digunakan
  • Periode lebih pendek (5-14): Lebih responsif, sinyal lebih banyak, sinyal palsu lebih banyak
  • Periode sedang (15-30): Seimbang
  • Periode lebih panjang (50-200): Lebih lambat, sinyal lebih sedikit, lebih andal

Level Threshold (misalnya, oversold 30, overbought 70)

  • Yang dikontrol: Kapan strategi memicu trading
  • Threshold lebih rendah: Lebih agresif, trading lebih banyak
  • Threshold lebih tinggi: Lebih konservatif, trading lebih sedikit

Multiplier (misalnya, 2.0, 3.0)

  • Yang dikontrol: Lebar band atau jarak stop
  • Multiplier lebih rendah: Band lebih ketat, sinyal lebih banyak, whipsaws lebih banyak
  • Multiplier lebih tinggi: Band lebih lebar, sinyal lebih sedikit, lebih andal

Pengaturan Konfirmasi (true/false)

  • Yang dikontrol: Apakah filter tambahan diterapkan
  • Diaktifkan: Trading lebih sedikit, kualitas lebih tinggi
  • Dinonaktifkan: Trading lebih banyak, sinyal palsu lebih banyak

Metrik Performa Strategi

Saat mengevaluasi strategi, perhatikan metrik ini:

Win Rate

Apa artinya: Persentase trading yang menguntungkan

  • Di atas 60% = Sangat baik untuk mean reversion
  • Di atas 40% = Baik untuk trend following
  • Di bawah 40% = Strategi mungkin perlu penyesuaian atau tidak cocok untuk pasar saat ini

Penting: Win rate tinggi tidak menjamin profitabilitas! Strategi dengan win rate 40% tetapi risiko/imbalan 1:3 bisa sangat menguntungkan.

Profit Factor

Apa artinya: Total keuntungan / Total kerugian

  • Di atas 2.0 = Sangat Baik
  • 1.5-2.0 = Baik
  • 1.2-1.5 = Dapat Diterima
  • Di bawah 1.2 = Buruk, perlu optimasi atau strategi berbeda

Maximum Drawdown

Apa artinya: Penurunan puncak-ke-lembah terbesar

  • Di bawah 15% = Konservatif
  • 15-25% = Sedang
  • 25-40% = Agresif
  • Di atas 40% = Sangat berisiko, pertimbangkan mengurangi ukuran posisi

Penting: Dapatkah Anda menangani drawdown ini secara emosional? Jika tidak, pilih strategi berbeda.

Sharpe Ratio

Apa artinya: Pengembalian yang disesuaikan risiko (lebih tinggi lebih baik)

  • Di atas 2.0 = Sangat Baik
  • 1.0-2.0 = Baik
  • 0.5-1.0 = Dapat Diterima
  • Di bawah 0.5 = Keseimbangan risiko/imbalan buruk

Jumlah Trading

Apa artinya: Seberapa sering strategi trading

  • Frekuensi tinggi (100+ trading): Baik untuk statistik, memerlukan biaya rendah
  • Frekuensi sedang (20-100 trading): Seimbang
  • Frekuensi rendah (kurang dari 20 trading): Biaya lebih rendah, tetapi signifikansi statistik terbatas

Keunggulan Kelor

Strategi Pra-Diuji

Setiap preset telah:

  • Diuji di berbagai kondisi pasar
  • Dioptimalkan untuk timeframe umum
  • Didokumentasikan dengan alasan yang jelas

Parameter yang Dapat Disesuaikan

Setiap strategi memungkinkan Anda untuk:

  • Menyesuaikan periode indikator
  • Menyempurnakan threshold
  • Mengaktifkan/menonaktifkan filter
  • Mengoptimalkan untuk gaya trading Anda

Peningkatan Berkelanjutan

Tim Kelor:

  • Secara teratur menambah preset strategi baru
  • Menguji strategi di berbagai pasar
  • Memperbarui dokumentasi dengan praktik terbaik
  • Berbagikan wawasan komunitas tentang apa yang berhasil

Catatan: Jumlah dan variasi strategi akan bertambah dari waktu ke waktu. Periksa kembali secara teratur untuk penambahan baru!


Memulai

Siap memilih strategi pertama Anda? Berikut prosesnya:

  1. Jelajahi kategori di bagian ini
  2. Baca tentang 3-5 strategi yang terdengar menarik
  3. Pilih satu strategi untuk memulai
  4. Backtest dengan parameter default terlebih dahulu
  5. Sesuaikan parameter berdasarkan hasil
  6. Paper trade setidaknya 2-4 minggu
  7. Go live saat konsisten menguntungkan

Tips Penting:

  • Mulai dengan satu strategi — jangan coba beberapa sekaligus
  • Gunakan parameter default awalnya — mereka diatur untuk alasan yang baik
  • Backtest secara menyeluruh — uji setidaknya 6-12 bulan data
  • Paper trade terlebih dahulu — verifikasi hasil backtest secara real-time
  • Bersabar — tidak ada strategi yang memenangkan setiap trading
  • Terus belajar — pahami mengapa strategi Anda menang dan kalah

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

1. Strategy Hopping

Kesalahan: Beralih strategi setelah beberapa trading rugi

Realitas: Semua strategi memiliki periode rugi

Solusi: Komitmen pada strategi untuk setidaknya 100 trading sebelum mengevaluasi

2. Over-Optimasi

Kesalahan: Menyesuaikan parameter hingga backtest terlihat sempurna

Realitas: Strategi yang over-optimized gagal dalam trading live

Solusi: Gunakan parameter standar, buat penyesuaian kecil saja

3. Mengabaikan Kondisi Pasar

Kesalahan: Menggunakan trend-following di pasar ranging (atau sebaliknya)

Realitas: Strategi performa berbeda di kondisi berbeda

Solusi: Cocokkan jenis strategi dengan kondisi pasar saat ini

4. Ekspektasi Tidak Realistis

Kesalahan: Mengharapkan win rate 90% atau menggandakan akun bulanan

Realitas: Trader profesional bertujuan pengembalian tahunan 20-40%

Solusi: Fokus pada konsistensi, bukan home runs

5. Tidak Menggunakan Stop-Loss

Kesalahan: Menonaktifkan stop-losses untuk menghindari "getting stopped out"

Realitas: Satu trading buruk dapat menghapus bulan keuntungan

Solusi: Selalu gunakan stop-losses, sesuaikan ukuran jika perlu


Apa Selanjutnya?

Di halaman berikutnya, Anda akan menemukan:

  • Panduan strategi detail untuk preset populer
  • Contoh nyata menunjukkan kapan strategi bekerja (dan kapan tidak)
  • Tips optimasi parameter untuk kondisi pasar berbeda
  • Strategi kombinasi menggunakan beberapa preset

Ingat: Strategi terbaik adalah yang Anda pahami, dapat eksekusi secara konsisten, dan cocok dengan toleransi risiko Anda.

Mari kita jelajahi strateginya!