Lewati ke konten utama

Pengantar Strategy Builder

Strategy Builder adalah antarmuka visual Kelor untuk membuat strategi trading kustom tanpa menulis satu baris kode pun. Menggunakan antarmuka drag-and-drop sederhana, Anda dapat menggabungkan indikator teknikal dengan kondisi logis untuk membangun strategi trading yang canggih.

Apa yang Akan Anda Buat

Dengan Strategy Builder, Anda membuat strategi pembangkit sinyal yang memberi tahu bot Anda kapan harus:

  • Beli (masuk posisi)
  • Jual (keluar posisi)
  • Tahan (tidak melakukan apa-apa, pertahankan kondisi saat ini)

Strategi ini bekerja persis seperti strategi preset yang Anda jelajahi sebelumnya — mereka menganalisis data pasar dan menghasilkan sinyal trading berdasarkan aturan Anda.


Mengapa Gunakan Strategy Builder?

Tidak Perlu Coding

Klik, seret, lepas. Itu saja. Jika Anda bisa menggunakan komputer, Anda bisa membangun strategi trading.

Visual & Intuitif

Lihat strategi Anda terbentuk saat Anda membangunnya. Seret indikator, atur threshold, gabungkan kondisi — semua secara visual.

Kombinasi Tak Terbatas

Campur dan cocokkan dari 15+ indikator teknikal. Buat strategi sederhana dengan satu indikator atau sistem konfirmasi multi-indikator yang kompleks.

Uji Sebelum Trading

Setiap strategi yang Anda bangun dapat di-backtest terhadap data historis sebelum Anda mempertaruhkan satu dolar pun.

Kontrol Penuh

Meskipun preset adalah titik awal yang bagus, Strategy Builder memungkinkan Anda mengimplementasikan ide dan teori trading yang tepat.


Cara Kerja: Gambar Besar

1. Pilih Indikator       →  2. Atur Kondisi Beli    →  3. Atur Kondisi Jual
(Seret dari perpustakaan) (Kapan masuk) (Kapan keluar)



4. Konfigurasi Parameter → 5. Simpan Strategi → 6. Backtest & Terapkan
(Sesuaikan pengaturan) (Simpan untuk digunakan) (Uji lalu go live)

Prosesnya:

  1. Pilih indikator dari perpustakaan (RSI, Bollinger Bands, MACD, dll.)
  2. Tentukan kondisi beli — Apa yang perlu terjadi agar bot membeli?
  3. Tentukan kondisi jual — Apa yang perlu terjadi agar bot menjual?
  4. Pilih logika — Harus SEMUA kondisi benar, atau hanya SALAH SATU?
  5. Konfigurasi parameter — Sesuaikan periode, threshold, dan pengaturan
  6. Simpan dan uji — Backtest strategi Anda, perbaiki, terapkan

Antarmuka Strategy Builder

Saat Anda membuka Strategy Builder, Anda akan melihat tiga area utama:

Panel Kiri: Perpustakaan Indikator

Daftar terkategoris dari semua indikator teknikal yang tersedia:

  • Moving Averages (SMA, EMA, WMA)
  • Momentum Oscillators (RSI, MACD, Stochastic, CCI, ADX)
  • Volatility Indicators (Bollinger Bands, ATR, Parabolic SAR)
  • Volume Indicators (OBV, MFI, VWAP)
  • Price Levels (Threshold harga, Pivot Points)

Anda dapat menyeret ini langsung ke area kondisi beli atau jual.

Panel Tengah: Konfigurasi Strategi

Di sinilah Anda membangun strategi Anda:

Bagian Atas:

  • Field nama strategi
  • Field deskripsi strategi

Area Kondisi Beli:

  • Bagian bertema hijau untuk aturan entry
  • Tombol "Add Condition"
  • Drop zone untuk indikator yang diseret
  • Pemilih logika (ALL/ANY)

Area Kondisi Jual:

  • Bagian bertema merah untuk aturan exit
  • Tombol "Add Condition"
  • Drop zone untuk indikator yang diseret
  • Pemilih logika (ALL/ANY)

Bawah:

  • Tombol "Save Strategy"

Saat Anda mengklik ikon edit (pensil) pada kondisi apa pun, modal muncul di mana Anda dapat:

  • Mengubah indikator
  • Menyesuaikan operator perbandingan (lebih besar dari, kurang dari, crosses above, dll.)
  • Mengatur nilai threshold
  • Mengkonfigurasi parameter spesifik indikator (periode, multiplier, dll.)

Konsep Kunci

Kondisi

Kondisi adalah aturan yang harus dipenuhi. Contoh:

  • "RSI kurang dari 30"
  • "Harga crosses di atas SMA 20-periode"
  • "MACD crosses di atas nol"
  • "Harga menyentuh Bollinger Band bawah"

Setiap kondisi memiliki:

  • Indikator: Apa yang Anda ukur (RSI, SMA, MACD, dll.)
  • Operator: Bagaimana Anda membandingkan (lebih besar dari, kurang dari, crosses above, dll.)
  • Nilai: Threshold atau referensi (30, harga, 0, dll.)
  • Parameter: Pengaturan indikator (periode, standar deviasi, dll.)

Kondisi Beli vs Jual

Kondisi Beli:

  • Aturan yang memicu sinyal BELI
  • Saat ini terpenuhi, bot Anda masuk posisi
  • Contoh: "RSI di bawah 30" (oversold, waktu yang baik untuk membeli)

Kondisi Jual:

  • Aturan yang memicu sinyal JUAL
  • Saat ini terpenuhi, bot Anda keluar dari posisi
  • Contoh: "RSI di atas 70" (overbought, waktu yang baik untuk menjual)

Penting: Kondisi beli dan jual adalah independen. Strategi Anda membutuhkan keduanya. Bot mengevaluasinya secara terpisah pada setiap candle.

Logika Kondisi: ALL vs ANY

Saat Anda memiliki beberapa kondisi, Anda perlu menentukan bagaimana mereka menggabung:

ALL (logika AND):

  • Setiap kondisi harus benar agar sinyal dipicu
  • Lebih konservatif, sinyal lebih sedikit
  • Contoh: RSI di bawah 30 DAN harga menyentuh Bollinger Band bawah DAN MFI di bawah 20
  • Gunakan saat Anda ingin konfirmasi dari beberapa indikator

ANY (logika OR):

  • Salah satu kondisi yang benar memicu sinyal
  • Lebih agresif, sinyal lebih banyak
  • Contoh: RSI di bawah 30 ATAU harga menyentuh Bollinger Band bawah ATAU MFI di bawah 20
  • Gunakan saat Anda ingin beberapa peluang entry

Pro Tip: Sebagian besar strategi sukses menggunakan logika "ALL" untuk mengurangi sinyal palsu.


Operator yang Tersedia

Indikator berbeda mendukung operator perbandingan berbeda:

Perbandingan Numerik

  • Greater than: Nilai di atas threshold
  • Less than: Nilai di bawah threshold
  • Greater than or equal: Nilai di atau di atas threshold
  • Less than or equal: Nilai di atau di bawah threshold
  • Equal: Nilai cocok tepat dengan threshold

Operator Crossover

  • Crosses above: Indikator crosses di atas garis/nilai (candle sebelumnya di bawah, saat ini di atas)
  • Crosses below: Indikator crosses di bawah garis/nilai (candle sebelumnya di atas, saat ini di bawah)

Operator Khusus (Bollinger Bands)

  • Touches upper band: Harga mencapai Bollinger Band atas
  • Touches lower band: Harga mencapai Bollinger Band bawah

Contoh Quick Start

Mari kita bangun strategi RSI sederhana bersama:

Tujuan: Beli saat oversold, jual saat overbought.

Langkah:

  1. Beri nama: "Strategi RSI Pertama Saya"
  2. Tambahkan kondisi beli:
    • Klik "Add Condition" di bagian beli
    • Indikator: RSI
    • Operator: Less than
    • Nilai: 30
    • Parameter: period = 14
  3. Tambahkan kondisi jual:
    • Klik "Add Condition" di bagian jual
    • Indikator: RSI
    • Operator: Greater than
    • Nilai: 70
    • Parameter: period = 14
  4. Logika: ALL (default baik karena kita hanya memiliki satu kondisi masing-masing)
  5. Simpan Strategi

Selesai! Anda baru saja membuat strategi mean-reversion yang membeli saat RSI turun di bawah 30 dan menjual saat RSI naik di atas 70.


Apa Selanjutnya?

Sekarang setelah Anda memahami dasar-dasarnya, mari kita jelajahi:

  1. Menggunakan Antarmuka — Panduan detail drag-and-drop, editing, dan konfigurasi
  2. Contoh Strategi — Contoh dunia nyata dari sederhana hingga lanjutan
  3. Praktik Terbaik — Tips untuk membangun strategi yang efektif
  4. Pola Umum — Kombinasi indikator yang terbukti berhasil

Siap untuk mulai membangun? Mari kita mulai!