Contoh Strategi
Mari kita bangun strategi nyata bersama, dari yang ramai pemula hingga sistem multi-indikator lanjutan. Setiap contoh termasuk instruksi langkah-demi-langkah yang dapat Anda ikuti di Strategy Builder.
Contoh 1: RSI Mean Reversion Sederhana
Kesulitan: Pemula Jenis Strategi: Mean Reversion Gaya Trading: Swing Trading Timeframe: 1-jam hingga Harian
Konsepnya
Beli saat RSI menunjukkan kondisi oversold (di bawah 30), jual saat overbought (di atas 70). Ini adalah salah satu strategi trading paling populer dan titik awal yang sempurna.
Mengapa Ini Bekerja
- RSI mengukur momentum dan mengidentifikasi ekstrem
- Pasar cenderung kembali ke mean setelah gerakan ekstrem
- Sinyal sederhana dan jelas dengan threshold objektif
- Bekerja di pasar ranging
Langkah-demi-Langkah Pembangunan
1. Beri Nama Strategi Anda:
- Nama: "RSI Mean Reversion 30/70"
- Deskripsi: "Beli oversold (RSI di bawah 30), jual overbought (RSI di atas 70)"
2. Tambahkan Kondisi Beli:
- Klik "+ Add Condition" di bagian Beli (atau seret RSI)
- Indikator: RSI
- Operator: Less than
- Nilai: 30
- Parameter:
- Periode: 14
3. Tambahkan Kondisi Jual:
- Klik "+ Add Condition" di bagian Jual (atau seret RSI)
- Indikator: RSI
- Operator: Greater than
- Nilai: 70
- Parameter:
- Periode: 14
4. Atur Logika:
- Logika Beli: ALL (hanya satu kondisi, tidak masalah)
- Logika Jual: ALL
5. Simpan Strategi
Perilaku yang Diharapkan
- BELI saat RSI turun di bawah 30 (harga mungkin terlalu rendah)
- JUAL saat RSI naik di atas 70 (harga mungkin terlalu tinggi)
- TAHAN saat RSI antara 30-70 (zona netral)
Kapan Paling Bekerja
✅ Pasar ranging (aksi harga samping) ✅ Setelah selloff tajam atau rally ✅ Pasangan dengan level support/resistance jelas ✅ Timeframe lebih tinggi (4-jam, harian)
Kapan Harus Dihindari
❌ Pasar trending kuat (RSI tetap ekstrem) ❌ Timeframe sangat pendek (terlalu banyak noise) ❌ Aset likuiditas rendah (RSI tidak andal)
Variasi untuk Dicoba
- Konservatif: Gunakan threshold 20/80 (sinyal lebih sedikit, lebih ekstrem)
- Agresif: Gunakan threshold 40/60 (sinyal lebih banyak, kurang ekstrem)
- Cepat: Kurangi periode ke 7 (lebih responsif)
- Lambat: Tingkatkan periode ke 21 (lebih halus)
Contoh 2: SMA Golden Cross
Kesulitan: Pemula Jenis Strategi: Trend Following Gaya Trading: Swing hingga Position Trading Timeframe: Harian
Konsepnya
Beli saat harga crosses di atas moving average (trend bullish dimulai), jual saat harga crosses di bawah (trend bearish dimulai). Ini menangkap tren yang berkelanjutan.
Mengapa Ini Bekerja
- Moving averages meratakan noise harga
- Crossover menandakan pergeseran momentum
- Memungkinkan Anda mengendarai tren alih-alih melawannya
- Sederhana dan abadi
Langkah-demi-Langkah Pembangunan
1. Beri Nama Strategi Anda:
- Nama: "SMA 20 Golden Cross"
- Deskripsi: "Beli pada cross harga/SMA bullish, jual pada cross bearish"
2. Tambahkan Kondisi Beli:
- Indikator: SMA
- Operator: Crosses above
- Nilai: price
- Parameter:
- Periode: 20
3. Tambahkan Kondisi Jual:
- Indikator: SMA
- Operator: Crosses below
- Nilai: price
- Parameter:
- Periode: 20
4. Atur Logika:
- Logika Beli: ALL
- Logika Jual: ALL
5. Simpan Strategi
Perilaku yang Diharapkan
- BELI saat harga crosses di atas SMA 20-periode (uptrend dimulai)
- JUAL saat harga crosses di bawah SMA 20-periode (downtrend dimulai)
- Tetap dalam posisi selama tren berlanjut
Kapan Paling Bekerja
✅ Pasar trending (arah jelas) ✅ Setelah breakout konsolidasi ✅ Grafik harian dan mingguan ✅ Bitcoin dan altcoin utama
Kapan Harus Dihindari
❌ Pasar choppy, ranging (whipsaws) ❌ Timeframe sangat pendek ❌ Selama event volatilitas tinggi
Variasi untuk Dicoba
- Lebih Cepat: Gunakan SMA 10-periode (entry/exit lebih cepat)
- Lebih Lambat: Gunakan SMA 50-periode (hanya tren utama)
- Gunakan EMA: Beralih ke EMA untuk bobot lebih pada harga terkini
- MA Ganda: Tambahkan MA kedua untuk konfirmasi crossover
Contoh 3: Bollinger Band Bounce
Kesulitan: Pemula Jenis Strategi: Mean Reversion Gaya Trading: Swing Trading Timeframe: 1-jam hingga Harian
Konsepnya
Beli saat harga menyentuh Bollinger Band bawah (terlalu rendah), jual saat menyentuh band atas (terlalu tinggi). Band menyesuaikan dengan volatilitas secara otomatis.
Mengapa Ini Bekerja
- Bollinger Bands mengukur ekstrem statistik
- 95% aksi harga tetap dalam band
- Menyentuh band menunjukkan overextension
- Menyesuaikan diri dengan volatilitas
Langkah-demi-Langkah Pembangunan
1. Beri Nama Strategi Anda:
- Nama: "Bollinger Band Bounce"
- Deskripsi: "Beli di band bawah, jual di band atas"
2. Tambahkan Kondisi Beli:
- Indikator: Bollinger Bands
- Operator: Touches lower band
- Nilai: (kosongkan)
- Parameter:
- Periode: 20
- Standar Deviasi: 2
3. Tambahkan Kondisi Jual:
- Indikator: Bollinger Bands
- Operator: Touches upper band
- Nilai: (kosongkan)
- Parameter:
- Periode: 20
- Standar Deviasi: 2
4. Atur Logika:
- Logika Beli: ALL
- Logika Jual: ALL
5. Simpan Strategi
Perilaku yang Diharapkan
- BELI saat harga mencapai band bawah (kemungkinan memantul ke atas)
- JUAL saat harga mencapai band atas (kemungkinan memantul ke bawah)
- Keuntungan dari mean reversion dalam band
Kapan Paling Bekerja
✅ Pasar ranging ✅ Setelah Bollinger Squeeze (band melebar) ✅ Periode volatilitas stabil ✅ Grafik 4-jam dan harian
Kapan Harus Dihindari
❌ Tren kuat ("walking the band") ❌ Selama Bollinger Squeeze (band sangat sempit) ❌ Event berita (gerakan tidak dapat diprediksi)
Variasi untuk Dicoba
- Band Lebih Lebar: Gunakan std dev 2.5 atau 3 (sinyal lebih sedikit, lebih ekstrem)
- Periode Lebih Pendek: Gunakan periode 10 (adaptasi lebih cepat)
- Tambahkan Konfirmasi: Gabungkan dengan RSI (lihat Contoh 5)
Contoh 4: MACD Zero Cross
Kesulitan: Pemula hingga Menengah Jenis Strategi: Trend Following Gaya Trading: Swing Trading Timeframe: 4-jam hingga Harian
Konsepnya
Beli saat MACD crosses di atas nol (momentum berubah bullish), jual saat MACD crosses di bawah nol (momentum berubah bearish). MACD adalah indikator tren dan momentum yang kuat.
Mengapa Ini Bekerja
- MACD menggabungkan tren dan momentum
- Garis nol mewakili ekuilibrium
- Cross di atas nol = pembeli mengambil kendali
- Cross di bawah nol = penjual mengambil kendali
Langkah-demi-Langkah Pembangunan
1. Beri Nama Strategi Anda:
- Nama: "MACD Zero Cross"
- Deskripsi: "Beli saat MACD crosses di atas 0, jual saat crosses di bawah 0"
2. Tambahkan Kondisi Beli:
- Indikator: MACD
- Operator: Crosses above
- Nilai: 0
- Parameter:
- Periode Cepat: 12
- Periode Lambat: 26
- Periode Sinyal: 9
3. Tambahkan Kondisi Jual:
- Indikator: MACD
- Operator: Crosses below
- Nilai: 0
- Parameter:
- Periode Cepat: 12
- Periode Lambat: 26
- Periode Sinyal: 9
4. Atur Logika:
- Logika Beli: ALL
- Logika Jual: ALL
5. Simpan Strategi
Perilaku yang Diharapkan
- BELI saat garis MACD crosses di atas garis nol
- JUAL saat garis MACD crosses di bawah garis nol
- Menangkap tren menengah hingga panjang
Kapan Paling Bekerja
✅ Pasar trending ✅ Setelah konsolidasi ✅ Timeframe 4-jam dan harian ✅ Menggabungkan baik dengan moving averages
Kapan Harus Dihindari
❌ Pasar sangat choppy ❌ Timeframe pendek (laggy) ❌ Periode volatilitas rendah
Variasi untuk Dicoba
- Signal Line Cross: Ubah nilai ke "signal" bukan "0"
- Lebih Cepat: Gunakan parameter 5/13/5
- Lebih Lambat: Gunakan parameter 19/39/9 untuk tren utama
Contoh 5: Konfirmasi Multi-Indikator (Menengah)
Kesulitan: Menengah Jenis Strategi: Mean Reversion dengan Konfirmasi Gaya Trading: Swing Trading Timeframe: 4-jam hingga Harian
Konsepnya
Gabungkan RSI, Bollinger Bands, dan MFI untuk mengkonfirmasi kondisi oversold/overbought. Hanya trading saat ketiga indikator setuju, mengurangi sinyal palsu secara dramatis.
Mengapa Ini Bekerja
- RSI: Konfirmasi momentum
- Bollinger Bands: Ekstrem harga/volatilitas
- MFI: Konfirmasi berbobot volume
- Ketiga setuju = setup probabilitas tinggi
Langkah-demi-Langkah Pembangunan
1. Beri Nama Strategi Anda:
- Nama: "Triple Confirmation Mean Reversion"
- Deskripsi: "RSI + BB + MFI semua mengkonfirmasi oversold/overbought"
2. Tambahkan Kondisi Beli (SEMUA harus benar):
Kondisi 1:
- Indikator: RSI
- Operator: Less than
- Nilai: 35
- Parameter: Periode 14
Kondisi 2:
- Indikator: Bollinger Bands
- Operator: Touches lower band
- Nilai: (kosong)
- Parameter: Periode 20, Std Dev 2
Kondisi 3:
- Indikator: MFI
- Operator: Less than
- Nilai: 25
- Parameter: Periode 14
3. Tambahkan Kondisi Jual (SEMUA harus benar):
Kondisi 1:
- Indikator: RSI
- Operator: Greater than
- Nilai: 65
- Parameter: Periode 14
Kondisi 2:
- Indikator: Bollinger Bands
- Operator: Touches upper band
- Nilai: (kosong)
- Parameter: Periode 20, Std Dev 2
4. Atur Logika:
- Logika Beli: ALL (ketiga harus mengkonfirmasi)
- Logika Jual: ALL (kedua harus mengkonfirmasi)
5. Simpan Strategi
Perilaku yang Diharapkan
- BELI hanya saat: RSI oversold DAN harga di BB bawah DAN money flow rendah
- JUAL hanya saat: RSI overbought DAN harga di BB atas
- Sinyal lebih sedikit tetapi win rate lebih tinggi
- Menghindari banyak false breakout
Kapan Paling Bekerja
✅ Pasar ranging dengan level jelas ✅ Setelah gerakan tajam ✅ Grafik harian ✅ Saat Anda ingin trading keyakinan tinggi
Kapan Harus Dihindari
❌ Tren kuat (terlalu konservatif) ❌ Volatilitas rendah (kondisi jarang sejalan) ❌ Timeframe pendek (over-filtering)
Ekspektasi Performa
- Win Rate: 60-70% (lebih tinggi dari indikator tunggal)
- Frekuensi Trading: Lebih rendah (mungkin 1-2 per minggu)
- Risiko/Imbalan: 1:2 hingga 1:3
Contoh 6: Filter Tren dengan Momentum (Menengah)
Kesulitan: Menengah Jenis Strategi: Trend Following dengan Filter Gaya Trading: Swing Trading Timeframe: Harian
Konsepnya
Hanya beli saat tren (SMA) dan momentum (RSI) sejalan. Ini mencegah membeli di downtren dan menambahkan konfirmasi momentum ke sinyal tren.
Mengapa Ini Bekerja
- SMA: Mengidentifikasi arah tren
- RSI: Mengkonfirmasi momentum tidak habis
- Dua jenis sinyal berbeda bekerja bersama
- Menyaring sinyal trend-following lemah
Langkah-demi-Langkah Pembangunan
1. Beri Nama Strategi Anda:
- Nama: "Trend + Momentum Confirmation"
- Deskripsi: "Beli saat harga di atas SMA dengan RSI sehat, jual pada break tren"
2. Tambahkan Kondisi Beli (SEMUA harus benar):
Kondisi 1:
- Indikator: SMA
- Operator: Crosses above
- Nilai: price
- Parameter: Periode 50
Kondisi 2:
- Indikator: RSI
- Operator: Greater than
- Nilai: 40
- Parameter: Periode 14
(RSI di atas 40 memastikan kita tidak membeli oversold di downtren)
3. Tambahkan Kondisi Jual (ANY memicu exit):
Kondisi 1:
- Indikator: SMA
- Operator: Crosses below
- Nilai: price
- Parameter: Periode 50
Kondisi 2:
- Indikator: RSI
- Operator: Less than
- Nilai: 30
- Parameter: Periode 14
(Jual jika tren pecah ATAU jika RSI menunjukkan kelemahan ekstrem)
4. Atur Logika:
- Logika Beli: ALL (kedua kondisi harus sejalan)
- Logika Jual: ANY (exit pada sinyal apa pun)
5. Simpan Strategi
Perilaku yang Diharapkan
- BELI saat uptrend dikonfirmasi DAN momentum sehat
- JUAL saat tren pecah ATAU kelemahan ekstrem muncul
- Tetap dalam posisi selama tren
- Exit cepat pada tanda masalah
Kapan Paling Bekerja
✅ Pasar trending ✅ Setelah breakout konsolidasi ✅ Grafik harian ✅ Cryptocurrency utama
Catatan Lanjutan
- Perhatikan kita menggunakan logika berbeda untuk beli vs jual
- Beli memerlukan ALL (entry konservatif)
- Jual menggunakan ANY (beberapa peluang exit)
- Asimetri ini disengaja dan sering efektif
Contoh 7: Breakout dengan Volume (Lanjutan)
Kesulitan: Lanjutan Jenis Strategi: Breakout Gaya Trading: Day hingga Swing Trading Timeframe: 1-jam hingga Harian
Konsepnya
Gabungkan harga breakout (Bollinger Bands), momentum (RSI zona netral), dan konfirmasi volume (MFI) untuk menangkap breakout nyata sambil menghindari yang palsu.
Mengapa Ini Bekerja
- Bollinger Bands: Mengidentifikasi titik breakout
- RSI 40-60: Memastikan kita tidak overbought/oversold
- MFI: Volume mengkonfirmasi breakout nyata
- Konfirmasi multi-faktor mengurangi fakeout
Langkah-demi-Langkah Pembangunan
1. Beri Nama Strategi Anda:
- Nama: "Confirmed Breakout System"
- Deskripsi: "BB breakout + RSI netral + konfirmasi volume"
2. Tambahkan Kondisi Beli (SEMUA harus benar):
Kondisi 1:
- Indikator: Bollinger Bands
- Operator: Touches lower band
- Nilai: (kosong)
- Parameter: Periode 20, Std Dev 2
Kondisi 2:
- Indikator: RSI
- Operator: Greater than
- Nilai: 40
- Parameter: Periode 14
Kondisi 3:
- Indikator: RSI
- Operator: Less than
- Nilai: 60
- Parameter: Periode 14
(Beli saat di band bawah tetapi RSI antara 40-60, tidak oversold)
Kondisi 4:
- Indikator: MFI
- Operator: Greater than
- Nilai: 30
- Parameter: Periode 14
(Beberapa money flow ada, tidak mati total)
3. Tambahkan Kondisi Jual:
Kondisi 1:
- Indikator: Bollinger Bands
- Operator: Touches upper band
- Nilai: (kosong)
- Parameter: Periode 20, Std Dev 2
Kondisi 2:
- Indikator: RSI
- Operator: Greater than
- Nilai: 70
- Parameter: Periode 14
4. Atur Logika:
- Logika Beli: ALL (sangat selektif)
- Logika Jual: ALL (kedua harus mengkonfirmasi)
5. Simpan Strategi
Perilaku yang Diharapkan
- BELI saat harga dikompresi tetapi momentum netral dengan beberapa volume
- Setup untuk breakout, bukan mengejarnya
- JUAL saat diperluas ke band atas dengan RSI overbought
- Menangkap fase ekspansi setelah kompresi
Kapan Paling Bekerja
✅ Setelah periode konsolidasi ✅ Grafik 1-jam hingga harian ✅ Aset likuiditas tinggi (data volume andal) ✅ Saat digabungkan dengan pengenalan pola
Catatan Lanjutan
Strategi ini mencari setup coiled spring:
- Harga di band bawah (dikompresi)
- Tetapi RSI netral (bukan panic selling)
- Dan volume ada (akumulasi terjadi)
- Setup untuk potensi breakout upside
Tabel Perbandingan Strategi
| Strategi | Kesulitan | Jenis | Kondisi | Win Rate | Frekuensi | Timeframe Terbaik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| RSI Mean Reversion | Pemula | Mean Rev | 1 beli, 1 jual | 55-65% | Tinggi | 1j-Harian |
| SMA Golden Cross | Pemula | Trend | 1 beli, 1 jual | 40-50% | Sedang | Harian |
| BB Bounce | Pemula | Mean Rev | 1 beli, 1 jual | 50-60% | Sedang | 4j-Harian |
| MACD Zero Cross | Pemula | Trend | 1 beli, 1 jual | 40-50% | Sedang | 4j-Harian |
| Triple Confirmation | Menengah | Mean Rev | 3 beli, 2 jual | 60-70% | Rendah | Harian |
| Trend + Momentum | Menengah | Trend | 2 beli, 2 jual | 45-55% | Rendah | Harian |
| Confirmed Breakout | Lanjutan | Breakout | 4 beli, 2 jual | 50-60% | Sangat Rendah | 1j-Harian |
Tips untuk Membangun Milik Anda Sendiri
Mulai Sederhana
- Mulai dengan 1-2 kondisi
- Uji
- Tambahkan kompleksitas hanya jika diperlukan
- Sederhana sering mengungguli kompleks
Gunakan Indikator Komplementer
Kombinasi Baik:
- Momentum + Volatilitas (RSI + Bollinger Bands)
- Trend + Momentum (SMA + MACD)
- Harga + Volume (Level harga + MFI/OBV)
Kombinasi Buruk:
- RSI + Stochastic (redundan, keduanya momentum)
- SMA + EMA (redundan, keduanya moving averages)
- Beberapa osilator tanpa konfirmasi harga
Uji Threshold Berbeda
Jangan asumsikan default optimal untuk aset Anda:
- RSI: Coba 20/80, 30/70, 40/60
- Bollinger: Coba 1.5, 2.0, 2.5 std dev
- Periode: Coba 7, 14, 21, 50
Sesuaikan Strategi dengan Pasar
- Trending? Gunakan strategi trend-following
- Ranging? Gunakan strategi mean-reversion
- Volatil? Gunakan strategi berbasis volatilitas
- Periksa ADX untuk mengidentifikasi jenis pasar terlebih dahulu
Backtest Semuanya
Sebelum menggunakan strategi apa pun:
- Bangun di Strategy Builder
- Simpan
- Jalankan backtest pada 6-12 bulan data
- Analisis win rate, profit factor, drawdown
- Sempurnakan atau tinggalkan berdasarkan hasil
Jebakan Strategi Umum
Over-Optimasi
Masalah: Menyesuaikan parameter hingga backtest terlihat sempurna
Realitas: Over-fitted ke data masa lalu, gagal di masa depan
Solusi: Gunakan parameter standar, uji pada periode waktu berbeda
Terlalu Banyak Kondisi
Masalah: Menambah 8+ kondisi berpikir "lebih konfirmasi = lebih baik"
Realitas: Terlalu restriktif sehingga tidak pernah trading
Solusi: Pertahankan 1-4 kondisi per sisi
Mengabaikan Regime Pasar
Masalah: Menggunakan strategi tren di pasar ranging (atau sebaliknya)
Realitas: Kerugian konstan
Solusi: Bangun beberapa strategi untuk jenis pasar berbeda, atau tambahkan filter tren
Tidak Ada Manajemen Risiko
Masalah: Sinyal hebat tetapi tidak ada stop
Realitas: Satu trading buruk menghapus 10 kemenangan
Solusi: Ingat Strategy Builder hanya membuat sinyal — implementasikan stop secara terpisah di pengaturan bot
Apa Selanjutnya?
Anda sekarang memiliki tujuh contoh strategi yang teruji untuk dipelajari. Coba bangun masing-masing, backtest, dan lihat mana yang performa terbaik untuk aset dan timeframe pilihan Anda.
Berikutnya: Praktik Terbaik — Pelajari prinsip desain strategi efektif dan cara menghindari kesalahan umum.
Selamat membangun!